Sabtu, 26 November 2016

Noveri: Doa dan Cinta Kami Untukmu

Sabtu, 26 November 2016

Noveri Eko Purnomo. Foto milik Dyah Mfrh

NOVERI. Kenangan akan dirinya ibarat buah belimbing yang diiris tipis-tipis untuk kemudian ditebarkan ke langit, maka jadilah bintang-bintang. Ketika harus mengingat Noveri, semua orang yang mengenalnya memiliki kenangan yang berbeda-beda.

Kak Dani, satu di antara sahabat terbaiknya, ia mengingat 'sang' melalui banyak kisah, termasuk ucapan Noveri sekian hari sebelumnya. Noveri bilang, "Tanggal 25 November adalah saat yang tepat untuk mengutarakan sesuatu."

Noveri, takkan cukup kata untuk melukiskannya. Noveri ibarat lirik lagu yang ia nyanyikan.

PERICULUM IN MORA

Bila nanti pohon terakhir
telah tumbang dan nggak ada pohon yang lain
Bila nanti burung terakhir
telah tertembak mati dan nggak ada lagi

Ohya.. oooh yaaa...

Nggak ada waktu lagi tuk menanti
Nggak ada lagi kicau burung bernyanyi

Yang ada hanya uang.. hanya perhiasan
Yang ada hanya lukisan, lukisan pemandangan
Nggak ada waktu lagi.. untuk hanya diam
Untuk hanya sekedar hidup.. dan kemudian mati.

Bila nanti sungai terakhir
telah tercemar kering dan nggak ada sungai
Bila nanti ikan terakhir
telah tertangkap disantap dan nggak ada lagi



Foto lama, oleh Zuhana AZ, di pelataran Kurusetra

PERNAH pada suatu masa kita mendendangkan lagu yang berbeda, atas saranmu. Kamu memilihkan kami sebuah lagu berjudul 'Terluka' milik Padi. Lagu yang sulit untuk kunyanyikan, tapi aku suka.

Kita mungkin terluka
Ataupun bisa mati
Tapi janganlah pernah menyalahkan hidup

Siapkan hati
Siapkan jiwa
Atas segalanya yang bisa terjadi

Suwun Ver, tugasmu di dunia ini telah usai. Berakhir baik, Insya Allah. Kini kami yang tersisa dan menunggu giliran pulang, masih harus melakukan sesuatu, menjalani dan memperjuangkan apa yang menurut kami 'benar.' Setidaknya, melagukan kehidupan.

Waktuku hampir habis, harus tetap bertahan
melawan semua yang menindas, sampai kita semua merdeka

Burung-burung menangis, melihat dari awan
Memandang isi hutan rimba, tak berdaya tak lagi merdeka.

Doa dan cinta kami untukmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf, saya mengaktifkan moderasi pada kolom komentar, untuk entri yang lebih lawas --14 hari. Salam.

RZ Hakim © 2014