Selasa, 02 Oktober 2012

Menelusuri Jejak ABD MOEKI

Selasa, 02 Oktober 2012
Rasa penasaran saya pada sosok ABD. MOEKI (siswa Normaalschool) membuat saya metentengi lagi selembar foto NormaalSchool te Djember - 1923.

Ini hasilnya :

1. Seorang siswa sedang memegang kotak bertuliskan ROBOX. Sepertinya, itu nama perusahaan yang ada di hindia belanda tempo dulu (dan diperbaharui di awal tahun 90-an). Bergerak di bidang teknologi peralatan pendingin dan pemanas.


2. Seorang siswa sedang memegang kertas bertuliskan Boedi Oetomo.


Kenyataan ini mengingatkan saya pada film Sang Pencerah. Di sana digambarkan, Bapak Ahmad Dahlan diterima dengan baik di Boedi Oetomo, hingga akhirnya Pak Dahlan masuk di Boedi Oetomo pada 1909.

Menurut sumber yang pernah saya baca, Ahmad Dahlan berteman baik dengan Romo van Lith. Mereka senang berdiskusi tentang banyak hal. Itu adalah pertama kalinya Pak Dahlan bergaul dengan seorang Pastor, antara tahun 1914 - 1918.

Sumber lain menyebutkan bahwa Setelah Ahmad Dahlan mengunjungi Muntilan, maka beliau juga terinspirasi mendirikan bagi orang Islam, yaitu Muallimin di Yogyakarta pada tahun 1918.

Romo van Lith adalah penggagas awal berdirinya NormalSchool di Muntilan. Di waktu yang lalu, Garin Nugroho mem-film-kan salah seorang murid terbaik Romo van Lith, yaitu Bapak Soegijapranoto atau lebih dikenal dengan nama Romo Soegija.

Ah, saya harus membuat halaman tersendiri untuk tulisan ini. Tapi.. Saya teruskan sedikit lagi ya.

Di waktu yg lain, Pak Dahlan mengadakan tabligh ke berbagai kota. Tujuannya, selain menyebarkan gagasan kemuhammadiyahan, juga untuk melebarkan sayap dagang (dulu Pak Dahlan sangat ulet dalam berdagang, salah satunya berdagang batik).

Mungkin nggak ya jika beliau tabligh hingga ke kota kecil Jember? Hehe.. maaf saya meracau. Lupakan. Oke, kita lanjut ke poin tiga.

3. Tampak seorang siswa sedang duduk petingkrangan sambil memegang poster bergambar Noni Belanda yg sedang membaca buku.


Mungkin poster tersebut bertujuan untuk merangsang minat belajar siswa. Sebenarnya ada juga teks di sana, tapi tak terbaca.

4. Seorang siswa memegang kertas dengan tulisan yang tingkat keterbacaannya rendah. Tebakan saya, kertas tersebut bertuliskan, Jowo Oost Islam atau Jong Oost Java.

Jika benar yang tertulis adalah yang pertama yaitu Jowo Oost Islam, maka ini adalah foto yang keren. Mengingat Normaal School didirikan pertama kali (di Muntilan) oleh Romo van Lith pada tahun 1900, seperti yang sudah saya singgung di poin 2.

Romo van Lith sendiri adalah seorang imam Yesuit asal Oirschot - Belanda yang meletakkan dasar karya Katolik di Jawa, khususnya Jawa Tengah.

Sungguh suasana Bhineka Tunggal Ika yang keren.

Sayangnya, rasa penasaran saya belum tuntas. Tentang siapakah ABD. MOEKI.

Setelah ini, akan saya tuliskan Sejarah Normaalschool di Jember, bersumber dari segala tulisan yang menyinggung Normaalschool di Indonesia.

Salam Gaya Bulbul!

2 komentar:

  1. Terinspirasi jadinya mencari jejak normaal scholl di indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menarik itu Mas, siapa tahu nanti berguna untuk warga Indonesia yang lain, dimanapun mereka berada. Salam dari kota kecil Jember.

      Hapus

Mohon maaf, saya mengaktifkan moderasi pada kolom komentar, untuk entri yang lebih lawas --14 hari. Salam.

RZ Hakim © 2014